Nama: Ahmad
Hilang di daerah Jakarta, terakhir kali memakai baju merah
Bagi yang menemukan, harap hubungi kami.
terimakasih
Niko, begitu nama panggilannya. Ia adalah salah satu anak yang tinggal di rumah belajar sahabat anak jalanan (RUBEL SAHAJA) Cimahi. ia merupakan salah satu anak yang rajin belajar, bahkan ia juga dapat digolongkan pada anak-anak yang pintar dalam berbagai mata pelajaran. Khususnya matematika.
Dalam beberapa kali kesempatan ibu Niko yang berprofesi sebagai buruh pabrik menuturkan bahwa Niko memang anak yang pintar. Dulu, ketika Niko masih sekolah, ia selalu menjadi juara kelas. Kini, karena beberapa hal tertentu yang terjadi di keluarganya, Niko berhenti sekolah dan lebih memilih hidup dijalanan. Sampai akhirnya ia menjadi salah satu anak yang tinggal di Rubel Sahaja dan mendapatkan pembelajaran dari kaka-kaka relawan di rubel tersebut. Niko kembali di latih kemampuan akademiknya. Dan hasilnya Niko tetap pintar seperti waktu sekolah dulu.
Sekarang anak yang bernama lengkap Juniko ini sedang mengikuti sekolah paket di PKBM Srikandi. Jarak PKBM yang cukup jauh dari Rubel Sahaja tak membuat Niko surut untuk pergi sekolah, keinginan untuk dapat sekolah seperti anak-anak lainnya mampu mengalahkan rasa malas pergi ke PKBM, meskipun ia harus menenpuh jarak beberapa kilometer dengan berjalan kaki, dan menyusuri setiap rumah warga Niko tetap semangat untuk pergi sekolah. Saat ini Niko sedang belajar persiapan untuk ujian paket. September lalu Niko telah berhasil mengikuti ujian kesetaraan paket A, dan sekarang ia sedang mengikuti pelajaran paket B untuk persiapan ujian kesetaraan paket B yang akan dilaksanakan pada bulan Juli tahun ini.
Begitulah Niko, walaupun sepulang sekolah ia harus mengamen kembali, menelusuri jalan, berpindah pindah dari angkot satu ke angkot lainnya demi menyambung hidupnya di Rubel Sahaja. Ia tetap ingin pergi sekolah, dan menerima pembelajaran di PKBM Srikandi. Kini Niko tidak lagi pergi sekolah dengan berjalan kaki, ia sudah memiliki kendaraan sendiri untuk sekolah, yaiu sepeda. Dan hebatnya Niko sendirilah yang membeli sepeda bekas itu dengan uang hasil ngamen yang ia kumpulkan dari hari ke hari. Sedikit demi sedikit sarang lebah itu mulai menghasilkan madu, Insya Allah menjadi madu termanis yang pernah ada.
Alhamdulillah.. Tuhan selalu berada disamping kami. saat kami kebingungan mengenai pemenuhan kebutuhan adik-adik di Rubellion, Tuhan selalu mengetahui kesulitan kami dan meranggkul kami dengan tangan-tanganNya. Dia kirim hamba-hamba yang baik hati untuk menolong dan membantu kami. Dia sisipkan rezeky kami melalui hamba-hambaNya yang baik hati.
Kami memang tak memiliki donatur tetap, yang setiap bulan mau mengikhlaskan rezekynya untuk diberikan pada kami. tapi kami yakin. Tuhan selalu memberikan rezeky pada waktu yang tepat, dan Tuhan memang sudah mengatur setiap rezeky hamba-hambaNya, begitu pun dengan adik-adik Rubellion. Rezeky adik-adik mengalir begitu saja, sejak kami membentuk Rubellion, hingga detik ini. begitu banyak orang-orang yang selalu memperhatikan dan ikut membantu kami untuk mengurusi segala kebutuhan adik-adik. mulai dari buku, ATK, peralatan sholat, Al Quran, peralatan mandi, hingga pakaian, kami dapatkan dari sejumlah orang -orang yang baik hati dan mau berbagi.
Begitupun minggu-minggu terakhir ini. saat jadwal liburan adik-adik tiba, dimana kami membutuhkan banyak bantuan untuk mewujudkannya. Tangan-tanganNya selalu menggapai kami melalui hamba-hambaNya yang baik hati. datang memberi banyak bantuan. baik yang berbentuk peralatan maupun berbentuk nominal.
Untuk kaka-kaka yang baik hati:
“Terima kasih banyak, kaka-kaka mau berbagi dan terus membantu kami. dari berdirinya kami hingga detik ini. kami ucapkan terima kasih banyak. karena dengan bantuan yang kaka-kaka berikan membantu kami untuk tetap bertahan hingga detik ini. terima kasih pada segala sesuatu yang kaka-kaka berikan untuk membantu kami. terima kasih banyak karena bantuan yang kaka-kaka berikan, Insya Allah berguna dan bermanfaat untuk kami.. doa kami untuk kaka-kaka selalu….”
Tiada kata yang cukup untuk mengucapkan rasa syukur kami pada setiap bantuan yang datang silih berganti. semoga Allah membalas segala kebaikan. amiiiinnnn…
NB: Terima kasih kepada Pak Games, kaka-kaka di ITB, Kaka-kaka di UPI, kaka-kaka di Unjani, kaka-kaka Unpad, Bu Yuyun, Bu Diana, Pak Samsul, Pak Yamardi, Pak Dadan Kurnia, Teh Umi, Pak Agustus Fajar beserta teman-teman di Pemkot Cimahi (bidang sosial, pada pada semua kaka-kaka lainnya yang tak bisa kami sebutkan satu per satu. kami ucapkan terima kasih banyak. Allah Maha Mengetahui segala kebaikan kaka-kaka semua…:D
salam semangaaaaaattttt !!
Dari kami untuk hamba yang baik hati..
“…Bila mentari bersinar lagi
Hatiku pun ceria kembali (asyik)
Kutatap mega tiada yang hitam
Betapa indah hari ini
Kumenanti seorang kekasih
Yang tercantik yang datang dihari ini
Adakah dia akan selalu setia
Bersanding hidup penuh pesona harapanku
Jangan kau tak menepati janji
Datanglah dengan kasihmu
Andai kau tak datang kali ini
Punah harapanku…”
lagu iwan fals itu tak lagi kami dengar, karena adik yang selalu memainkannya telah kembali kepada Sang Pencipta.. Luki, si Raja lem dari padasuka. sabtu, 17 Desember 2011 adalah hari kelabu untuk kami. seorang bocah yang teramat baik untuk menerima nasib hidup di jalanan, telah pergi untuk selamanya.. seorang piatu yang hidup hanya dengan kaka bersama Neneknya, sedang kakenya masih dirawat di salah satu rumah sakit di Cimahi. bapaknya telah lama pergi entah kemana meninggalkan dia dan kaka kandungnya itu.
luki, bocah lugu yang periang. ia telah pergi untuk selamanya.. Tuhan mengambilnya dari kami. tidak, tidak, luki bukan diambil. tapi ia kembali pada tempatnya semula. Tuhan menyayanginya, begitupun dengan kami..
ada sedikit penyesalan di hati kami, kami tak sempat menolongnya.. kami tak tahu apa yang sedang menimpah bocah itu di jalanan waktu itu. tak ada yang memberi tahu kami akan kondisinya yang menjadi parah akibat racun ular berbisa. maafkan kami dik.. bukan kami tak menyayangimu, bukan pula kami tak perhatian padamu… sungguh ini di luar daripada kekuasaan kami…
sudah waktunya kamu beristirahat tanpa lem sayang, Tuhan menyayangimu selalu…….
nb. hari kedua di tanggal kedua di tahun yang baru, denganmu yang masih lekat diingatan kami….
Lebah termasuk kecil dalam kelompok binatang bersayap, namun dialah yang menghasilkan madu termanis, mungkin ungkapan yang Juzes Sirach katakan ini cocok untuk adik-adik kami di Rubellion. Seperti lebah yang dijauhi dan ditakuti karena sengatannya, adik-adik kami pun sering kali mengalami hal yang sama dengan lebah-lebah kecil tersebut. Dijauhi, dimaki, dipukuli, bahkan ditakuti oleh kebanyakan masyarakat sekitar. Hanya karena penampilannya, dan kebiasaannya menggenggam lem aibon.
Ya, adik-adik di Rubellion sering mendapatkan perlakuan yang tidak manusiawi dari masyarakat sekitar. Bukan sekali atau dua kali kami sebagai kaka-kaka jalanan mereka pun di tegor dan dikecam untuk meninggalkan Rubellion. Tapi itu semua tidak menyurutkan semangat kami untuk terus berada di samping adik-adik, meski pun sering kali kami merasa lelah dan kadang kecewa dengan tingkah mereka. Tapi tak pernah terpikir dari benak kami untuk pergi meninggalkan mereka. Kami selalu ada di samping mereka, terus berusaha menjadi kaka yang baik dan selalu membimbing mereka untuk menjadi manusia yang lebih baik lagi di kemudian hari. Karena kami yakin, akan tiba saatnya mereka berubah menjadi pribadi-pribadi yang istimewa. Pribadi-pribadi yang lebih baik dari sebelumnya.
Ya, seperti lebah. Yang dijauhi karena sengatannya. Adik-adik kami pun sering dijauhi bahkan dikecam oleh masyarakat yang tidak menyukai kami, hanya karena kebiasaan dari rata-rata adik kami yang masih belum bisa melepaskan kebiasaan buruknya mengelem.
Sering sekali saat kita belajar, salah seorang warga menghampiri hanya untuk mengatakan PERCUMA mengajari anak-anak jalanan yang doyan ngelem. Ga akan nyambung. Padahal setahu kami, tak ada perbuatan yang percuma. Tak ada usaha yang sia-sia. Karena Tuhan tak pernah menilai usaha dari hasilnya, tapi dari proses usahanya.. tapi begitulah masyarakat, meihat segala sesuatunya dari penampilan, tanpa melihat kedalaman hati adik-adik kami yang ingin berubah menjadi lebih baik juga.
Masyarakat tidak tahu, bawa lebah kami adalah penghasil madu termanis. Tak pernah mau tahu, bahwa adik-adik kami pun butuh proses yang panjang untuk menjadi lebih baik. Dan kami membutuhkan banyak dukungan untuk menjalankan proses yang panjang ini..
Lihat saja nanti, kekerasan yang mereka dapatkan di jalanan akan menjadi tempaan untuk diri mereka, hidup serba kekurangan akan menjadikan mereka seorang yang rendah hati. Ya, ibarat lebah. Mereka akan menghasilkan madu termanis dalam sejarah kehidupan. Dimana masyarakat pun akan meminta madunya dari mereka..
Suatu hari nanti, akan tiba saatnya, satu per satu dari kami menyaksikan perkembangan dari adik-adik kami itu. Mereka akan menjadi orang-orang besar, orang-orang sukses. Tak kan ada lagi orang yang akan menghina dan mengusir seenaknya mereka. Tak akan ada lagi caci maki sumpah serapah yang ditujukan pada mereka. Tidak akan ada lagi yang berani memukuli mereka tanpa sebab.
Ya, kami yakin. Dan akan terus yakin. Karena Tuhan tidak akan berdiam diri saja di singgahsanaNya, menyaksikan apa yang kami perbuat di jalanan..
Ini untuk setiap anak-anak jalanan di seluruh pelosok bumi. Yakinlah bahwa kalian pun masih memiliki kesempatan untuk menjadi yang TERBAIK !! karena kalian adalah manusia-manusia pilihan..
Halloooooo kawan-kawan semua, para ibu-ibu, bapak-bapak, encang-encing, nyak-babeh, yang ada di pelosok bumi, yang ada di dunia juga di akhirat sono. Apa kabar semuaaa??? Yang lagi ngupil, yang lagi masak, yang lagi jailin temennya, yang lagi ujian, yang lagi mikirin nikah, yang lagi pacaran, yang lagi cebokin anaknya… apa kabaaaaaaaaaarrrrr????
Semoga baik-baik semua yaaaaaa…
Seperti kondisi kami di dunia Rubellion. Ya, kami dalam kondisi sehat wal afiat. Senang sentausa. Semangat 45. Pokoknya Alhamdulillah banget hari ini. Hmmm.. sudah cukup lama ternyata, kami tidak berceloteh tentang aktivitas kami di Rubellion’s blog ini.. pasti banyak yang kangen yaaa?? Dan bertanya-tanya kapan ini postingan blog menampilkan cerita teranyar..
Ok ok, ga perlu cemas, ga perlu terlihat gundah gulana, apalagi galau yaaa… nih kami akan ceritakan kembali aktivitas kami selama rehat dalam dunia per-blog-an.. yaaaaaaa anggap saja ini salah satu bentuk ajang kangen-kagenan.. simak baik-baik ya, jangan terlewat satu kata pun..
Bissmillah…
Celoteh pertama..

nah, ini dia prosesi pembagian selimbut gratis dari Log In Foundation nya.. hmmmm.. insya Allah berguna yaaaaaa....
lihat foto yang di atas itu kan? lihat lah, orang fotonya gede gitu… Nah, waktu itu sebelum idul adha, kami menggelar aksi bagi-bagi selimbut. Bagi-bagi selimbut ini kami gear di Rubellion Ciroyom. Dan acara ini di sponsori oleh Log In Foundation. Tau kan Log In Foundation? Tahu lah, itu loh perusahaan center elektronik yang ada di jalan ABC.. nah, dari mereka lah kami mendapatkan banyak selimbut untuk kemudian kami bagi-bagikan kepada para anak jalanan, pemulung, orang dhuafa dan lain sebagainya.. Alhamdulillah ya, insya Allah selimbutnya bermanfaat bagi yang mendapatkannya.. amiiinn..
Lanjut ke Celoteh kedua….
Ini cerita kami saat Idul adha. Masih inget sayembara kurban yang kami umumkan? Kalo ga inget coba buka postingan yang lama, dan baca lagi. Ya setelah pencarian yang begitu panjang, sepanjang jalan kenangan dan sedikit melelahkan seperti pejalanan ke Curug Malela, akhirnya ada juga yang nyumbang kambing buat dikurbankan di Rubellion Cimahi kami tercintah.. 2 ekor kambing yang kemudian kami beri nama Kucing dan Icok.. si Kucing didapatkan dari kaka-kaka DeTe dan Si Icok di dapat dari sepasang kekasih yang sedang mesra-mesranya, ia adalah Ka Iyus dan Ka Cokde Sang Kekasih.. waaaahhh terima kasih banyak yaaaa… berkat 2 kambing ini sekitar 50 orang awak Rubellion baik yang di wilayah Cimahi beserta sebagian warga babakan sriwijaya dan yang di wilayah Cimindi bisa menikmati enaknya daging kurban.. hhhmmmm yyuuummyyyy….

cie cie sebelum menghadapi kematian, ternyata mereka masih sempat-sempatnya beromantis-romantis ria.. kayanya mereka janjian deh buat ketemuan di bawah pohon pisang di surga sana.... semoga saja bisa bertemu... amiiinnn
Nah, tidak disitu saja, ternyata Tuhan sangat pemurah. Ia kirimkan orang-orang yang begitu banyak untuk saling berbagi di hari raya kemarin. Dan daging kurban kami pun betambah banyak, ada dari kakanya Ka Ipiet, ada yang dari Ustad Rahmat (guru spiritual awak rubellion), dari mesjid salman, dan masih banyak lagi daging kurban dari berbagi orang-orang yang Insya Allah Ikhlas berbagi dengan kami..
nah, segitu dulu aja yaaaaaa informasinya.. nanti disambung lagi. ok ok !! nantikan kami dibatas waktu…. hahahahaha
Bismillaahirrahmaanirrahiim..
Hari ini seperti biasa ku buka facebook ku untuk melihat status atau info terbaru baik yang berhubungan dengan ku ataupun teman2 ku. Sedih, senang, haru, marah, dan berbagai ekspresi lainnya tumpah ruah di situs ini. Perasaan bunda begitu bahagia dan haru sekali, ketika melihat status salah seorang temanku yang kini sedang berbahagia atas jalan yang sedang ditempuhnya saat ini. Ya teman-temanku yang saat ini sedang merasakan kebahagiaannya berada bersama anak2 langit itu. Bagaimana tidak bahagia? senyumannya, candaannya, tangisnya, keluh kesahnya, semua tulus mengalir bersama kepolosan anak2 langit itu. setiap kepribadian dan tingkah lakunya, selalu menarik untuk diperhatikan. hah… pasti saja setiap menulis tentang anak2 langit itu senyuman ini selalu terkembang.
Kembali ke lap.. top.. hehe maksudnya ke judul (garinx? buat basah aja ya..
) hari ini skenario kehidupanku mulai terbuka 1 per satu. Rahasia hidup yang hanya Sang Khaliq yang tau apa maksudNya. Dulu kurang lebih 6 tahun silam, bunda tidak mengerti kenapa Allah menggerakkan tubuh ini untuk mendampingi anak2 langit itu. Saat itu jawaban yang bisa kutemu i adalah bahwa mereka lah orang2 di luar keluargamu yang dapat menyayangi dan mencintaimu tanpa perlu ada imbalan, alias gratis yang pada saat itu tidak bisa diberikan oleh teman2 sekeliling. Sudahlah… itu masa lampau. pertemuan demi pertemuan bersama anak langit itu begitu intens sehingga perasaan ingin dicintai itu berubah menjadi mencintai. Ah bayangkanlah bagaimana ketika jatuh cinta, ya kurang lebih begitulah perasaan bunda saat itu. Pertemuan demi pertemuan dilakukan dengan jumlah anak yang semakin membanyak, sedangkan bunda sendiri. tapi no what2 ungkapku saat itu berikanlah hal sekecil apapun selama hal tersebut keluar dari hati, insyaallah sampainya juga ke hati. Namun bukan berarti bunda ga ngajak teman2. beberapa teman dekat ku todong untuk membantu mengajar, tapi Allah memberi mereka peran sebagai tangan2 Allah yang memberikan sebagian rizki mereka untuk membantu anak2 baik dalam bentuk buku, baju, pensil, nasi, atau sebuah permen. ok setahun berlangsung aku mendapat satu teman untuk membantuku mengajar, teman dekatku Nurlaila. tapi perlahan beliau tidak bisa melanjutkan karena keterbatasan dana untuk ongkos. tapi subhanallah.. Allah memberi ia peran sebagai motivator setiap kegiatan yg kulakukan. Menginjak tahun ke-2 dengan izin-Nya Allah mempertemukanku dengan teh Ides teman seperjuanganku di Wyata Guna tempat kami biasa berbagi penglihatan kami. Subhanallah beliau adalah guru spiritual pertamaku… Alhamdulillah teh Ides bersama rekan2nya mau membantu untuk mengajar anak2 langit itu. Seneng banget karena perjuangan ini ada yang menemani. Menginjak awal tahun ke-3 teh Ides bersama teman2nya memiliki skenario lain dengan amanah yang baru lagi. ya.. kalau kata Nike Ardilla :”sendiri lagi… sendiri lagi…” sudah2 fokus. pada tahun ke-3 ini pula aku dipertemukan dengan Pa Gamesh yang sama2 teman seperjuangan di Wyata Guna juga. sebetulnya beliau sudah tahu tentang kegiatanku mengajar anak2 langit itu, namun saat itu perannya adalah sebagai pendengar yang baik. (hehe ampun pa, pis) tapi betul beliau memang pendengar yang baik, dan syariatnya lewat beliau guru2 baru pun bermunculan karena perannya berubah jarkomers. wajah2 baru yang lebih fresh, dengan ghirah yg lebih kuat lagi, dengan pemikiran yg lbih ideal dan kreativ lagi. senangnya… kemudahan2 mulai Allah datangkan 1 per satu. kak Ipit yang kulamar selama beberapa bulan ini pun akhirnya luluh dan menjatuhkan pilihannya pada RUBEL SAHAJA Ciroyom. hah.. subhanallah dunia menjadi lebih indah dengan kehadiran bunga2 baru itu. Saat ini bunda bahagia sekali, karena saat ini tangan2 Allah itu kini sedang berbahagia, tak ada rasa penyesalan, semuanya tulus deep in their heart. terima kasih ya Allah… cukup Engkau sebaik2 pemberi balasan atas semua pengorbanan, kasih sayang, cinta yang telah mereka berikan kepada anak2 langit itu. Teman2 siapapun yang membaca tulisan ini, tanpa bermaksud menggurui yang sedang memulai atau mungkin baru mau memulai.. di luar sana banyak sekali anak2 langit atau yg membutuhkan uluran tangan dan cinta kita, yuk kita gandeng tangannya agar mereka punya kekuatan untuk menatap dunia atau berdiri tegak di tengah badai yg sedang menimpanya.Teman2 khususnya muslim/ah mungkin amanat Rasulullah saw. ini bisa menjadi pengingat kita. Saat itu pada detik2 terakhir kepergian Nabi Muhammad, beliau membisikkan kata2 dengan bibir yang bergetar kepada Ali, dan dengan segera Ali mendekatkan telinganya. “Uushiikum bis shalati, wa maa malakat aimanuku, peliharalah shalat dan santuni orang-orang lemah di antaramu.” ya itulah pesan Rasul sebelum menghempaskan nafas terakhirnya.
Terima kasih ku untuk guru2ku:Nurlaila, Teh Ides, teh Idew, teh Lia, Teh Ayu, K’Takwir dan temen2 SSG-nya, Pa Gamesh bersama anak buahnya di ITB dan Itenas dan dimana pun berada, teh Eka, Teh Lisa n teh serli, K.Boma, Airin Rahimi, K’Ipit n the gank, K’Ramdan n the gank, Teh Dita, Teh ega, teh Rina, teh esti, teh puti, teh, ka Kika Rahma, teh Inun, K’Kaca, K’Geri, k’Erwin, bu Oom, dan semua donatur yang tak bisa disebutkan namanya. Alhamdulillah…
Wassalam

Suka · ·
Sumber: http://www.facebook.com/notes/ela-nurlaela/skenario-2-/10150338854812951