tentangcimahibelajar

22 Mar

Tertanggal 26 Desember ialah awal bibit cinta penuh syukur itu tertuang diatas petak lantai beraltarkan lapangan parkir dengan background putih-putih yang melambangkan kesucian. Disanalah kami mulai melaksanakan kegiatan belajar mengajar untuk yang pertama kalinya. Dengan semerbak wangi dari aroma obat-obatan dan ruangan yang bersahabatkan infusan, kami mulai saling menyebutkan nama kami masing-masing, berkenalan…

Bagi kami tempat ini cocok untuk dijadikan tempat untuk belajar, setidaknya tempat ini memiliki atap untuk melindungi kami dari hujan saat belajar, tempat yang lebih baik dari “hong” tempat kami tidur jika siang menjelang, tempat yang memiliki lantai dengan keramik yang berwarna putih yang sama dengan tembok dan baju penghuninya, tempat yang memiliki sirkulasi udara yang cukup banyak karena memang tak berjendela, pemandangannya langsung tertuju pada tempat parkir juga para lalu lalang yang memadatinya, tempat yang memiliki halaman yang luas yang bisa kami pakai untuk berlari-lari dan bermain bersama, berguling-guling dan bercanda bersama. Tempat yang kemudian dinamakan “Rumah Sakit Dustira Cimahi”.

Setidaknya tempat ini berbeda dengan “hong” kami yang hanya beralaskan tanah dengan pinggiran sungainya yang kadang-kadang airnya tiba-tiba meluap saat hujan besar menyerang dan menghanyutkan setiap alas tikar yang kami dapat dari hasil  mengais tumpukan sampah tetangga, ntah sudah berapa tikar yang hanyut terbawa banjir saat sungai itu meluap, ntah tumpukan sampah mana lagi yang harus kami kais demi sebuah tikar rombeng tak bertuan.

Atap “hong” kami adalah sebuah tembok jalan yang biasa dilalui kereta-kereta yang melewati kota kecil kami “Cimahi”, orang-orang kebanyakan lebih mengenalnya dengan jembatan rel kereta api. Mereka juga lebih senang menyebut tempat kami dengan sebutan “kolong jembatan”, sedangkan kami dengan bangga menamakannya “HONG”. Hong bagi kami adalah tempat kami tidur di siang hari, tempat kami berteduh jika sungai tidak meluap, tempat kami berkumpul bergumul bercanda dan tertawa bersama, tempat kami berbagi kesedihan dan bahagia  bersama teman-teman. Dengan pintu masuknya yang bercatkan sampah warna-warni juga aroma terapi yang khas disetiap sudutnya menjadikan tempat ini dijauhi oleh kebanyakan orang dan tak terjamah oleh siapapun selain kami. Dan kami ada disana menghiasi setiap sudut ruangnya…

Kami dengan penuh senyuman dan rasa bahagia selalu senang jika hari sabtu tiba, hari dimana kemudian para kakak kakak relawan datang mengajari kami banyak hal, mengajari kami membaca, mengajari kami menulis, mengajari kami mengaji, mengajari setiap apapun yang kami inginkan. Hingga kemudian hari belajar itupun ditambahkan jamnya di hari rabu. Membuat kami semakin semangat untuk terus belajar dan belajar dan belajar lagi…Kami senang belajar…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: