pengalaman curhat pertama

28 Mar

24 maret 2010
Hahaha…hari ini semua orang dtg terlambat. Ada yg masih di kampus, di jalan, di rumah… yaaa maklum lah kami semua mahasiswa yang sibuk kuliah (sok sibuk, hihihi). Hari ini semua di mulai jam setengah lima, terlambat setengah jam dari waktu seharusnya (klo g salah :P). Tapi tak apa, niat kami tetap kuat, mau datang dan belajar bersama adik2 tersayang.

waktu aq datang ternyata sudah ada k’santi, dia terlihat sedang berbincang2 dengan 2 orang ibu-ibu. Aq pun bertanya siapa mereka (sekarang lupa lagi nama ibu2 itu dan mereka dari mana, aq masih terlalu letih), ternyata mereka mau menyumbang buku dan alat tulis serta membawakan beberapa nasi bungkus… makacih ya bu ^_^
Lalu kulihat ada seorang manusia sedang tiduran di teras aula gedung rumah sakit dustira. Dia seperti sedang menahan rasa sakit. Ku dekati ternyata dia “adik q” iyan..kakinya di ditutup daun (tak jelas itu daun apa) lalu di balut perban.
Kutanya, katanya kakinya luka dan bengkak. “Seperti ada 2 bekas gigitan kak”. Sontak kaget, ku pikir dia digigit ular. Ternyata tidak (syukurlah).

Dia sendiri tak tahu persis apa yang membuat kakinya jadi seperti itu. Anak2 lain ada yang bilang dia digigit nyamuk hutan (appaaah…? Maca ciih… nyamuk hutan dari mana? Berasa tinggal di amazon kah?)
Aq dan k’santi tidak bisa berbuat banyak… mau membersihkan luka itu, obat2an tak ada. K’diki belum datang, karena obat2an ada padanya. Begitu pun dengan buku2…

Akhirnya kami duduk2 dan ngobrol2…
Waktu itu aku duduk bertiga (aq,dendi dan andri). Mereka bercerita tentang diri mereka..tapi yang sangat antusias bercerita itu dendi. Umurnya 16 tahun kurang seminggu 3 hari (hahaha lengkap). Dia cerita kalo dia berasal dari cimindi. Dia jarang sekali pulang…

Dulu dia pernah sekolah, tapi sayang hanya sampai kelas 5 SD. Dari ceritanya ku tangkap hal yang membuat dia berhenti sekolah karena orang tuanya. Ibunya bekerja menjadi TKW (kalo nggak salah di arab). Bapaknya bekerja di listrik-listrik (apasih? G ngerti..). Semenjak ibunya pergi, bapaknya juga suka pergi-pergi, terus minum-minum…(mungkin itu yang membuatnya tak tahan). Lalu ku tanya soal saudara kandung, dia nggak punya adik, Cuma punya kakak.

Sesaat berhenti membicarakan keluarga dendi, karena …karena apa ya? Lupa sayah..hehe
Tiba2 dendi kembali membicarakan kakaknya. “kakak saya mah kak…” (dia terdiam)
Lalu ku teruskan..”udah meninggal?” lalu dia mengangguk. Waktu qu Tanya kenapa, tiba2 dia memasukkan kepalanya ke dalam kerah kaosnya yang udah lusuh, belel bin butut…
Kupikir dia mau ngelem… ternyata dia menangis. Lamaaaaaaaaa sekali menenangkannya (omaigot..apa yg kulakukan? Aq membuat anak orang menangis…)
Selama dia menangis tak banyak yang bisa kulakukan. Percuma menghiburnya dengan kata2, aq cuma merangkulnya. Lalu k’santi mendekat, dan menanyakan kenapa anak ini menangis..lalu ku beritahu. Aku Cuma bisa nyengir…(hehehe udah bikin nangis anak orang masih juga nyengir)

Tak lama datang k’ipit beserta adik, k’syifa, k’diki. Mereka bertanya dendi kenapa. Ku jawab “gara2 akuuu..hehe” (teuteuuup aja nyengir). Lalu ku bilang si iyan sakit. Mereka memeriksa. Dan membersihkan luka itu pake alcohol…lalu k’ipit bilang mau bawa ke UGD aja.
K’ipit beserta adik dan k’diki, diiringi para unyil lainnya (haha) berjalan ke UGD mengantarkan sang iyan yang sedang terluka. K’santi pergi menyusul anak2 lain untuk di ajak belajar. Aku dan kak syifa tetap tinggal, karena aku harus menghentikan tangisan si dendi.
Tak lama, dendi berhenti menangis. Lalu dia kembali membahas tentang kematian kakaknya. Katanya kakaknya itu sakit…dan hal aneh yang membuat ku sedikit merinding. Waktu dia bilang, sebelum di masukan ke liang lahat..kuburan kakaknya itu dipenuhi air..(terdengar sedikit mistis) perlu waktu lama untuk bisa menguburkan kakaknya.
Apakah hal itu yang membuat dia menangis? Entahlah.

*kembali ke anak2 lainnya
K’santi datang, “ternyata anak2 itu semuanya ikut ke UGD”. Supaya mereka mau ikut k’santi, dibujuk akan di beri makanan (nasi yang di kasih ibu2 itu looo).
Satu persatu datang..haha ampuh!
Karena sudah magrib, nggak jadi belajar deh. Tapi tak apa…kami tetap membentangkan tikar yang di bawa kak ipit. Berdoa bersama, lalu membagikan makanan. Mereka senang sekali… senang melihat mereka . Banyak yang minta nasinya 2 bungkus…. Heiii semua harus kebagian, satu-satu aja….

Akhirnya…. Iyan kembali. Dia berjalan tertatih-tatih…. Ternyata dia kena infeksi karena luka itu sudah 3 hari . Soal biaya? Aq lupa gimana cerita detilnya, yang jelas uang yang dibayarkan 20 ribu… kok g gratis aja sehh?
Setelah semua kembali, kami sama2 pergi ke WC umum. Wudlu 5000 untuk semua… tiba2 hujan deras menimpa langit dustira. Takut ih, kayak badai saking besarnya.
Meski beribu alasan, anak2 tetap dipaksa sholat…(kalo g gitu, g bakal mauu hehehe)
Kami sholat berjamaah perdana looo….. dengan imam k’diki (tenkyu kakaaak ^_^)
Tapiiiiiiiiiiiii….. eeeuuuh gemes! Masih adaaa aja yang becanda 
Sambil nunggu hujan berhenti, kami duduk bersama di tikar. Rasa dingin jadi tidak begitu terasa, karena duduk berdekatan…. Nyanyi-nyanyi….
Semoga untuk selanjutnya kita tetap semangat belajar, bisa sholat berjamaah yaaa…\^_^/
Sekian
Hfy *maav kalo ada kesalahan, kekeliruan… maklum pertama kali membuat laporan perkiraan cuaca dustira ..haha..”

Satu Tanggapan to “pengalaman curhat pertama”

  1. littlepipit 30/03/2010 pada 6:45 am #

    beuhh…mantap tulisannya k haiyun…lanjutkannnnn…
    yang paling lucu itu si nanang, dia sholat kebagian alas koran dengan gambar dua cewek, eh dia malah fokus ke gambar itu sambil nyengir2…dasar bocah…

    $$$ohya, jangan lupa kasih nama dibawahnya eah??? biar jelas siapa penulisnya…okai2???

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: