“KISAH DARI NEGERI YANG MENGGIGIL”

18 Nov

Layang-layang hitam adik kecilku…

Kesedihan adalah kumpulan layang-layang hitam

yang membayangi dan terus mengikuti

hinggap pada kata-kata

yang tak pernah sanggup kususun

juga untukmu, adik kecil

Belum lama kudengar berita pilu

yang membuat tangis seakan tak berarti

saat para bayi yang tinggal belulang

mati dikerumuni lalat karena busung lapar

aku bertanya pada diri sendiri

benarkah ini terjadi di negeri kami?

Lalu kulihat di televisi

ada anak-anak kecil

memilih bunuh diri

hanya karena tak bisa bayar uang sekolah

karena tak mampu membeli mie instan

juga tak ada biaya rekreasi

Beliung pun menyerbu

dari berbagai penjuru

menancapi hati

mengiris sendi-sendi diri

sampai aku hampir tak sanggup berdiri

sekali lagi aku bertanya pada diri sendiri

benarkah ini terjadi di negeri kami?

Lalu kudengar episodemu adik kecil

Pada suatu hari yang terik

nadimu semakin lemah

tapi tak ada uang untuk ke dokter

atau membeli obat

sebab ayahmu hanya pemulung

kaupun tak tertolong

Ayah dan abangmu berjalan berkilo-kilo

tak makan, tak minum

sebab uang tinggal enam ribu saja

mereka tuju stasiun

sambil mendorong gerobak kumuh

kau tergolek di dalamnya

berselimut sarung rombengan

pias terpejam kaku

Airmata bercucuran peluh terus bersimbahan

Ayah dan abangmu

akan mencari kuburan

tapi tak akan ada kafan untukmu

tak akan ada kendaraan pengangkut jenazah

hanya matahari mengikuti

memanggang luka yang semakin perih

tanpa seorang pun peduli

aku pun bertanya sambil berteriak pada diri

benarkah ini terjadi di negeri kami?

Tolong bangunkan aku, adinda

biar kulihat senyummu

katakan ini hanya mimpi buruk

ini tak pernah terjadi disini

sebab ini negeri kaya, negeri karya.

ini negeri melimpah, gemerlap.

ini negeri cinta

Ah, tapi seperti duka

aku pun sedang terjaga

sambil menyesali

mengapa kita tak berjumpa, Adinda

dan kau taruh sakit dan dukamu

pada pundak ini

Di angkasa layang-layang hitam

semakin membayangi

kulihat para koruptor

menarik ulur benangnya

sambil bercerita

tentang rencana naik haji mereka

untuk ketujuh kalinya

Aku putuskan untuk tak lagi bertanya

pada diri, pada ayah bunda, atau siapapun

sementara airmata menggenangi hati dan mimpi.

aku memang sedang berada di negeriku

yang semakin pucat dan menggigil

__Karya Ade Dekil__


ps: Penulis puisi ini adalah salah seorang anak jalanan yang sangat berbakat dalam membuat puisi dan menggambar dengan media karton dan pensil. Sayang kami belum mampu memfasilitasinya dengan baik karena keterbatasan yang kami miliki. Bagi para pembaca yang tertarik dengan puisi ini, silahkan dinikmati dengan seksama. Jika ada kesempatan, datanglah ke Rumah Belajar Sahaja Kami di Cimahi untuk duduk bersama saling bercerita dan berbagi kisah. Kami tunggu kakak…😀

2 Tanggapan to ““KISAH DARI NEGERI YANG MENGGIGIL””

  1. Alimin Buronan Malaikat Maut 18/11/2010 pada 12:25 pm #

    … Kemaren juga abis ngobrol sama ade, tentang cat buat melukis, ane rekomendasikan pake cat poster yg biasa ane pakai pas dipenjara sekolah. Harus di follow juga nich,

  2. Sur Nia 11/09/2011 pada 9:43 am #

    good

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: