piknik ke curug yuuuuuuukk..

27 Des

Hari minggu (26-12-2010) Cimahi belajar piknik ke curug bubrak, jam setengah 8 stand by di rubel. Ada 28 orang termasuk kakak-kakak relawan yanga ikut terlibat. Piknik ini bukanlah piknik biasa, piknik ini adaah sebagai acara peringatan hari jadi cimahi bejalar yang pertama.

Seperti biasa persiapan yang setengah matang pun terjadi, angkot masih dalam pencarian, belum lagi kami lupa tak punya P3K, lalu toa belum beli (bahkan ga jadi karna kemahalan), hingga cemilan masih harus dijemput di alpamart, dan kondisi anak-anak yang tak bisa menunggu lama akhirnya  membuat keadaan rubel pagi itu sedikit ribet. PJ angkot (ka santi) dihubungi berkali-kali, PJ cemilan (ka imin) berangkat jemput cemilan di alpamart ditemani ka ramdan, PJ P3K (ka dewi) harus mencari dulu apotik yang buka, tapi sayang tak ada. Sedang ka nur+ka nunik malah santai di bantaran rel (hehe gapapa tar di ospeknya dicurug). Dan tentu sang tetua yang dituakan (ka ipit) duduk di rel kereta (awas..bukan untuk bunuh diri loh) beberapa kali memijit tuts hpnya, entah siapa yang dihubungi.

Akhirnya kabar gembira itu datang juga dari ka santi. Angkot sudah ada, kita diminta tunggu dipure. Tanpa dikomando lagi,semua berangkat ke pure. Menunggu ka santi. Beberapa menit berselang ka santi datang dengan angkot, bak putri Diana langsung diserbu dan dikejar anak-anak (eits bukan ka santi yang jadi fokusnya, tapi angkot). Cekcok mulut pun terjadi. Hingga akhirnya kami berangkat dengan 2 angkot berwarna kuning.  Sedang beberapa relawan berangkat dengan menggunakan motor.

Hari ini anak-anak tampak begitu senang, mungkin karena inilah saatnya untuk mereka berpiknik ria plus berenang ria, karena memang beberapa anak ingin berenang terutama Andri. Selalu saja ia meminta renang pada relawan. Perjalanan hari itu diiringi dengan gelak tawa dan celotehan ngalor ngidul mereka. Aku sendiri saja sampai kebingungan untuk menanggapi cerita yang mana terlebih dahulu. Karena yang berceloteh begitu banyak.

Lebih dari 30 menit kemudian, angkot berhenti di depan gerbang CIC. Menandakan waktunya untuk turun dan bersiap untuk menempuh perjalanan menuju curug. Memang dasarnya anak-anak, begitu turun dari angkot mereka langsung berpencar kesana-kemari. Miki dan Yuda ke warung buat jajan, lapar terus katanya. Sebagian ada yang duduk dibawah pohon samabil menikmati pemandangan. Sebagian lagi ada yang heboh sendiri melihat ular melintas di aliran air. Kemudian yang lain menyebar mencari posisi yang pas untuk duduk. Yang paling mencengangkan adalah Iyan. Tidak ikut duduk dengan yang lain, ia berinisiatif sendiri untuk turun ke aliran air sungai, dan apa yang terjadi? Dengan tampang tak berdosa ia bukalah celananya dan jongkok di antara aliran air terjun.. sontak anak-anak lain yang menyaksikan fenomena tersebut melemparinya denga batu kecil dari atas. “woooyyy, maneh teh lain ka luhur an***ng..” teriak seorang anak (entah siapa). Dengan kemarahan tingkat menengah iyan yang sedang asik menjawab dengan gusar (merasa kenikmatannya terganggu..hihi) “heh siah an***ng aing teh hanyang mo**l, ngaganggu wae siah an***ng..” begitulah yang terdengar. Para relawan terihat tak berkutik ketika mendengar bercekcokan yang terjadi itu. Ka dewi sendiri hanya bisa diam, menyadari akan satu hal yang mengejutkan (jadi selama ini aku belajar sama kumpulan an***ng toh, baru tahu..haha). ya sudahlah.. setelah beberapa menit di lahan kosong tersebut tidak melakukan apapun, komandan menitahkan untuk membagi 5 kelompok. Dan proses pembagian keompok pun dilaksanakan, dengan bersusah payah relawan mengumpulkan anak-anak terlebih dahulu. Kemudian ketika semua sudah terkumpul, dibagilah anak-anak tersebut menjadi 5 kelompok.

Singkat cerita, setelah kelompok dibagi kami mulailah perjalanan menuju curug. Dimulai oleh kelompok ka ramdan disusul kelompok ka nur dan kelompok yang lain. Berangkatlah kami berjalan dijalan setapak yang berlumpur becek dan berumput liar, hingga kesibukan relawan pun berganti dari menjaga anak-anak berganti menjaga celana atau rok nya masing-masing dari lumpur becek. Sampai akhirnya niat untuk melepas sandal pun dilaksanakan (untuk bukan niat lepas pakaian..hehe..), dengan semangat baja kami terus saja lewati jalanan yang benar-benar menguras hati, melewati beberapa jembatan kecil dari bambu, bahkan lucky yang jalannya sempoyongan sampai merangkak untuk melewati jembatan bambu tersebut ( ada buktinya dibawah ). Belum lagi ada beberapa anak-anak yang jatuh kesawah, tapi hebatnya mereka pantang menyerah untuk sampai ke curug (mungkin karna udah nanggung). Begitu banyaknya fenomena yang terjadi yang ikut mewarnai piknik kali ini. Cekcok, celotehan alor ngidul, sampai tawa nyaring kami menambah keeriahan acara piknik tersebut. Setelah beberapa menit kemudian, ketika kaki sudah mulai terasa kaku dan pakaian pun mulai kotor sana sini, sampailah kami di curug. Tanpa ada komando dan memang anak-anak tidak membutuhkan komando langsung berhamburan kesana kemari. Mencari posisi yang enak di sekeliling air terjun tersebut.

Ada yang berenang (lucky), badan kecil tenaga besar. Tanpa rasa takut dingin seperti yang dirasakan anak-anak yang lain. Lucky langsung berenang di aliran air terjun yang cukup dangkal, itupun bukan karena ia takut untuk sampai ditengah-tengah air terjun, tapi lebih dikarna kan kami lah (relawan dan anak-anak yang lain) yang takut lucky ketengah. Dan itu pernah terjadi, tanpa sepengetahuan yang lain lucky berenang hampir ketengah, dan sontak yang lain bingung dibuatnya. Untunglah sang pahlawan anarkiyyah datang dari persemayamannya, tanpa piker panjang (karena terlalu berjiwa pahlawan) nyeburlah ia untuk menyelamatkan si kecil lucky, dan lucky pun dapat terhindar dari bahaya yang menantinya.

Kesibukan dan kemerihan piknik curug bertambah manakala jatah makan dibagikan, semua teralihkan pada makanan (nasi kuning) buatan mimi sang biduan rubel. Ada yang makan sambil bertelanjang (belum sempet pake pakaian lagi), ada yang lempar-lemparan air, ada yang masih memantang maut di dalam air (berenang), ada yang santai tidur di atas batu, bahkan ada yang berniat menjadi petapa.. ckckckck rame banget kan.. J  pokok nya pasti nyesel yang ga ikutan.

Tadi seputar anak-anak ya.. Terus,terus, bagian cerita seputar relawan nih,, memang pada dasarnya berjiwa modeling, hamper semua relawan mencoba berbagai pose untuk berfoto ria, di batu, di deket air terjun, di bagian lahan atas bahkan sampai diatas pohon.. (ada ko buktinya). Tapi sang pahlawan anarkiyyah tetap dengan pose santainya tidur diatas batu, kalo yang relawan yang lain berjiwa modeling, relawan yang suka menolong ini dapat dipastikan berjiwa security (siap menjaga dan mengawasi anak-anak, kalo-kalo terjadi hal yang tidak diinginkan). Oh iya, lupa. Dari tadi sebut-sebut sang pahlawan, tapi ga tulis nama aslinya. Ada yang tahu? Yang ikut pasti tahu.. mangkanya nyesel yang ga ikut. Dia adalah…. Ka Rama atau nama bekennya ka Anu..hehe

Berbeda dengan ka Anu yang selalu stand by di singgasaha nya, ka ramdan dan ka Imin semakin asik dengan pose-pose nya yang cukup menggoda (menggoda untuk muntah..hehe). secara bergantian mereka terus mencari dan mencari pose-pose yang menarik untuk di tampang di facebooknya..

Sedangkan relawan wanita (para wanita super), mulai disibukan dengan makanan. Karena perut mereka terlalu lama menunggu terisi. Seperti kebiasaan soulmateosnomos, makanan di satukan dari berbagai penjuru. Digabung hingga menggunung dan disantap sarerea. Inilah hal yang biasa untuk soulmateosnomos, tapi mungkin hal yang aneh untuk para relawan bungsu (ka nur dan ka nunik). Dua bungsu ini masih tampak malu-malu ketika tangannya mengambil sesuap nasi bahkan untuk sekali kunyahan pun membutuhkan waktu hampir 3 menit (saking malu-malunya hihihi ), sedangkan seperi tidak makan bertahun-tahun terutama ka ipit dan ka santi, ketiga relawan yang lain begitu lahap menyantap makanan tersebut. Mengunyah pun hanya membutuhkan waktu per sekian detik (sekali lagi apalagi ka ipit dan ka santi, ka dewi tentu saja lahap tapi ga gitu-gitu juga kaleeeee..haha). belum lagi saat makanan ditambah pelengkap (chitato), menambah pula kecepatan makannya (dasar ni wanita apa pria???hihi) yaaa, tapi begitulah kami.

Ketika sedang asik menyantap ada dua orang anak yang ikut minta chitato, entah terpaksa atau tidak di kasihlah kedua anak itu. Yang kemudian menyebabkan ka santi kekhawatiran tidak kebagian lagi, dan membuat ka ipit bertindak, dimana tindakannya tersebut mampu membuat decak kagum kami. Ditaburkan lah semua chitato kedalam nasi kuning, jadi ga ada anak-anak lain yang minta lagi.. dalam hati, kami pun mengucap syukur (hahahaahaha,..). ketika prosesi makan sudah terlaksanakan, kami lanjutkan dengan senda gurau, foto bersama dan main air dengan anak-anak. oh iya lupa, ka ipit dan ka santi makannya kaya anak kecil, belecetan. Ckckckcck baru tau. Beda banget ma ka dewi, makannya rapi, ga ada ceceran nasi.

Beberapa jam berada di curug, dengan segala fenomena yang terjadi. Dan berhasil membuat kami semua kelelahan (terutama anak-anak yang sudah minta pulang), kami putuskan untuk pulang. Dan melupakan acara inti yang belum terlaksana..(heeeeeeehh capeee deeehh), anak-anak sudah kembali duluan ke tempat menunggu angkot jemputan. Akhirnya para relawan pun memutuskan untuk segera pulang, menyusul anak-anak. Dengan sisa-sisa tenaga kami lalui kembali jalanan yang berlumpur becek dan berumput liar,dengan diselingi pelepasan perahu kertas di aliran air terjun yang berisi keinginan dan harapan masing-masing.  Singkat cerita sampailah kami di tempat penantian angkot, melihat anak-anak yang terkampar kelelahan, sambil menunggu angkot jemputan tiba. Di tempat penantian itu lah ada satu instrukri dari tetua untuk membuat catatan mengenai kesan dan harapan untuk cimahi belajar kedepannya, dan di mulailah kesibukan anak-anak beserta relawan untuk membantu anak-anak menuliskan kesan dan harapannya untuk cimahi belajar. Ditutup dengan foto bersama dan pembagian permen milkita, hingga angkot pun tiba dan pulanglah kami.. (dadah …)

Suasana di angkot yang sebelumnya rame, menjadi senyap. Mungkin anak-anak sangat kelelahan untuk sebuah piknik hari itu. Semuanya hampir tak ada yang bersuara. Hening. Perjalanan pulang dilewati hanya dengan keheningan, tak ada lagi celoteh bahkan cekcok. Semua diam, hening. Dan beberapa puluh menit kemudian sampailah di pure, dan seperti biasa tanpa dikomandoi anak-anak sudah berhamburan dengan sendirinya, pulang ke rubel dan langsung terkampar. Lelap tertidur. Enarbenar hari yang melelahkan.

Karena piknik telah usai dan anak-anak sudah dapat dipastikan kembali dengan selamat, para relawan pun satu per satu mulai berpamitan. Seperti biasa diakhiri oleh sebuah pelukan.

 

4 Tanggapan to “piknik ke curug yuuuuuuukk..”

  1. alimin buronan malaikat maut 31/12/2010 pada 7:23 pm #

    siapa sih, yg posting ????
    please deeeeehhhh, nama eike ALIMIN, lain imin..
    parah,😀

  2. cimahibelajar 31/12/2010 pada 7:45 pm #

    kan panggilannya kak imin kan???
    jangan marah gituh kakak, nanti cepet tua lho…
    itu yang posting kak onyond…

    ohyah, martabak dibawa kak santi satu bungkus, kak ipiet satu bungkus ditambah dengan kacang garudanya juga…
    makasieh eah kakak???
    heuheuheu

  3. Anugrah 21/01/2011 pada 9:55 pm #

    Mana akhiri dengan pelukannya?
    pas saya pulang gak ada yang peluk saya :p

  4. adi romeo 16/07/2011 pada 11:20 pm #

    hahahaha nama aja jadi pertanyaan , n eang satu nyari pelukan .. wah parah nich,

    adi baru tau ada ini…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: