cerita satu malam

23 Feb

 

Membakar api juga ambisi,

Bersama langit bertekuk lutut mematut tubuh alit berlumuran aica

Aura api berbayang merah menghantam biru berubah menjadi kuning

Kemudian oranye hingga berakhir abu

Warna warni kelabu hangus berkeping menyisakan satu suara. Hitam

Ada tawa yang menyepi

Dalam kebersamaan kunikmati kesendirian

 

Diatas kerikil resah kupeluk lutut semakin erat

Menikmati kehangatan kaki yang semakin memanas terpanggang sampah yang terbakar

Tangan beradu angin meresapi kedinginan

Telinga kanan kiri dengan sabar membimbing celoteh riang mereka

Ketulusan anggukan kepala juga kedipan mata mengisyaratkan bukti perhatian dan kasih sayangku untuk mereka

Kusimpan sajak dalam hati

Abu telah berubah menjadi debu yang mulai terbang tak menentu…

 

Kereta mengarahkan debu ke timur melawan angin barat dan mataku memerah

Terharu dengan kemunculan Sandi yang tiba-tiba menyalamiku setelah mengaji

Dan Riki juga Miko menyulap tangan terbakar  api tapi jemari tetaplah utuh tak mengapa

Miracle…

Akupun tersenyum😀

Saatnya berpamitan…

 

_Malam ketiga saat bulan menamakan dirinya Februari di tahun 2011, saat itu jam menunjukkan Pukul 20:44 dan anak-anak masih saja riang membakar sampah kota di tengah rel kereta, aku menemani senyum mereka sekedar untuk berbagi tawa juga telinga, sebagian yang lain sibuk berkumpul di sudut rel saling berbagi cerita, sedangkan sebagian yang lain sibuk mengaji di Rubel kecil kami. Kadang aku menundukkan kepala menatap tanah kerikil di bawahku, menikmati dayu surat Yassin yang dilantunkan warga di masjid tetangga. Ahh… aku ingin segera pulang Tuhan…_

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: