Tersesat di Rubel Sahaja #2

28 Mar

Rosululloh beserta Sahabat berhijrah ke Madinnah dari Mekkah dan suatu saat kembali lagi ke Mekkah dalam edisi Futhu Mekkah. Mungkin saya harus berhijrah dahulu dari Cimahifornia ke Koreawang, siapa tahu saat nanti pulang dalam fase Futhu Cimahifornia saya bisa menemukan Rubel Sahaja. Tidak usah berlama-lama saya berhijrah. Karena sekarang sudah pulang lagi ke Cimahifornia, bersiap menyambut Futhu Cimahifornia.

Pencarian Rubel Sahaja via kamus progress-nya 50%, minta ke tuhan google gagal. Memang Allah sangat menyukai yang ganjil, buktinya Allah memberikan kesempatan pada saya yang ke-3 kalinya. Bukankah tiga itu ganjil ?. Hahay, kita eksekusi cara ketiga dalam pencarian Rubel Sahaja,  si anak hilang. Cara ketiga ini nampaknya akan dijajaki dalam bentuk yang lebih persuasif. Caranya ? Sekedar bertanya-tanya biar ga malu. Tanya Siapa ? siapa ajalah, ga usah liat unsur SARAK(suku agama ras antar kampung) sekalian mengamalkan sunnah untuk melihat apa yang dia bicarakan bukan melihat siapa yang berbicara. Tanya apa ? ya, tanya Rubel Sahaja lah, masa mau tanya tanggal lahir. Kalau yang ditanya ga tahu ? Reshuffle Menteri Pendidikan dari kabinet. hehehe

Dimulai ketika perjalanan pulang hijrah, saya harus menduduki tampuk kursi bus terlebih dahulu. Tepat konduktor meminta bayaran jasa angkutan bus ini, setelah saya membayarnya dengan uang pas. Saya melancarkan invasi perdana, dengan target sasaran konduktur bus ini.

“Pa, tahu Rubel Sahaja ?” serang saya

“apa tadi, Mas ?”

“Rubel Sahaja, Pa. Ga tau saya juga, makannya saya tanya ke Bapa ”

“ga tau, mas” jawab Pa Kondektur dengan tangan menghitung lembaran rupiah, dan mulut komat-kamit serupa wiridan.

“Ya, udah. Makasih, Pa”

Momentum yang salah sepertinya bertanya sesuatu tentang Rubel Sahaja pada kondektur yang sedang menagih ongkos pada penumpang, karena dijamin dipikirannya hanya ada pelajaran akuntansi, berapa rupiah yang diberikan penumpang, berapa rupiah kembalian(bila tidak pakai uang pas), berupa jumlah penumpang, sesuaikah jumlah penumpang dengan pemasukkan, berapa rupiah untuk setoran, dan perhitungan lainnya.

Saat menikmati tampuk kursi kekuasaanku, ku lirik tetangga yang duduk disebelahku seolah dia itu jajaran menteri kabinetku. Taksiranku dia adalah menteri pendidikan, dan sepertinya dia orang yang tepat untuk dimintai pendidikannya tentang Rubel Sahaja.

“ J,pulang Pa ? ” basa-basi dari saya

“Ia nih, liburan. Si bungsu pingin digendong bapaknya”

“kalau saya belum nikah, Pa. Makanya saya pulang”. ‘siapa yang nanya’, gumam si Pa Menteri dalam hati -sepertinja-

“Jika dilihat dari kacamata bapak, bapak cocok jadi Menteri Pendidikan deh?”

“jelas itu, untuk dapat kacamata ini saya harus semedi S1 diri dulu selama 4 tahun, tau. J ” ‘ga peduli bapak mau semedi juga’ bisikan di hati saya

“Ya sudah Pa Menteri, tahu Rubel Sahaja ?”

“Oh, Rubel Sahaja. Tau dong, masa Menteri Pendidikan ga tau.”

“Rubel Sahaja, Pa. Beneran tahu, Pa ?” tanya saya untuk menguatkan diri

“Iyah tahu, nanti sebentar lagi bus ini lewat ko. Sabar sebentar, ga apa kan ?”

Hahay, tak keliru saya angkat si bapak ini jadi Menteri Pendidikan. Sepatutnyalah Menteri Pendidikan itu berpengetahuan yang luas. Tahun ini posisi aman Pa, tidak ada acara reshuffle kabinet. Paling yang akan di-reshuffle adalah Menteri Perhubungan beserta kacung-kacungnya. Karena si kondektur bus ini tidak tahu menahu tentang Rubel Sahaja, dimana si kondektur itu memberikan jasa transportasi yang pastinya berada dalam bayang-bayang Departemen Perhubungan. Maka dipastikan atas ketidaktahuan si kondektur ini, itu juga tanggung jawab Menteri Perhubungan. Sebagai warga negara yang baik yang hafal pembukaan UUD, secara elegan dan legawa(ini sunda, cuy. Legowo itu punyanya Jawa) harus merelakan untuk di-reshuffle.😀

“Bersiap, Mas. Apa yang sedang Mas cari ada di depan. Sebentar lagi” ujar Pa Menteri Pendidikan

“bapak titisan Ki Hajar Dewantara, yah ? kok bisa tahu Rubel Sahaja”

“Ngaco, kamu mah. Tuh Rubel Sahaja di depan. Sudah sekarang siap-siap saja“

Setelah lewat sebuah gardu pembayaran tol, saya masih celengak-celenguk mencoba mentafsir keadaan dan mencari Rubel Sahaja yang ditunjukkan oleh Menteri Pendidikkan.

“Kamu ko, diam saja ?” suara Pa Menteri yang membuatku tersadar

“Mana Pa, Rubel Sahaja-nya ?” tanyaku lirih

“la, kamu dari tadi diam saja. Ya, sudah lewat lah. itu kan yang kamu cari? Jasa Raharja! Tuh posnya”

“Hah. Jasa Raharja! Pa Menteri siapa yang lagi butuh Jasa Raharja? saya itu sedang mencari Rubel Sahaja! Bukan Jasa Raharja” geramanku dengan wajah agak marah tapi tetap ganteng. Hehehe

“maaf mas, kirain yang Mas cari itu Jasa Raharja, makannya saya bilang tahu waktu mas tanya”

“gimana sih, Ya sudahlah bubur mah sudah jadi t*i ga bisa diapa-apain lagi. Nanti saya mau cari lagi di dekat rumah”

Blunder fatal dari Menteri Pendidikan ini ternyata dapat mengubah haluan fikiranku. Maaf Pa Menteri Pendidikkan, kebersamaan kita di kabinet harus sampai disisni saja. Pa Menteri Pendidikkan resmi di-rhesuffle. Tragis

Sayang sekali jika tidak mencoba tidur di atas tampuk kursi kekuasaanku ini. Maka ku ikrarkan Bismika Allohumma Ahya, Wa Bismika Ammut. Sambil menunggu setengah perjalanan lagi, dan tentunya berharap menemukan Rubel Sahaja. Setidaknya dalam mimpi kali ini. ZzzZZZzzzz

 

 

Cimahi, 20 maret 2011. 08:38 p.m

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: