Tersesat di Rubel Sahaja #3

28 Mar

“Rubel Sahaja” sambil melafalkannya aku terbangun dari tidurku ini. Sayang semiliyar sayang Rubel Sahaja tak hinggap di mimpiku. Sudahlah bus ini bermanufer  keluar dari gerbang tol Pasir Koja saya hentikan bus. Bukan karena saya duduk di tampuk kursi kekuasaan, sehingga saya dapat memberhentikan bus semua gue. Tetap untuk masalah berhenti, bus hanya manut pada perintah empunya, Sopir bus. Setelah dari situ aku naikkan diri ke angkot arah jurusan Cimahi. Tanpa kata pengantar saya langsung bombardir tetangga di depanku

“Teh, upami Jembatan Cimindi palih mana, nya? ” Tanya saya pada Teteh cantik di hadapan saya, semoga saja otaknya secantik wajahnya.

“Jembatan Cimindi mah lurus teras, engke oge kalangkungan da” jawab si Teteh dengan cantik

“oh, jadi ti dieu. Teras lurus.? Nuhun Teh

Setelah beberapa menit, sekitar 900 sekon, setelah lewat sebuah jembatan fly over, setelah itu si Teteh cantik yang sekarang balik tanya pada saya. Nggak sopan benget si Teteh berani tanya saya, bukannya harusnya Laki-laki yang tanya pada Perempuan. Ahh, sudah. Beda konetks ini mah.

“A, sanes bade ka Jembatan Cimindi ? Itu tos kalangkungan, ereun di die wae, mumpung teu acan katebihan”

“Saha nu bade ka Jembatan Cimindi, da abi mah bade uih ka Pasar Atas

Apanan tadi narosan Jembatan Cimindi ?”

“Emangna lamun narosan Jembatan Cimindi, abi kedah eureun di Jembatan Cimindi oge? Henteu kan ? da abi hoyong naros weh ka Teteh, weeeHehehe

“kumaha sih, si Aa mah”

Teh, upami Rubel Sahaja uninga ?”

“Naon deui eta? Teu uninga Teteh mah”

“oh, nya atos atuh, Nuhun ”

Tampak tetanggaku di angkot yang berposisi arah jam 1 lebih 1 menit secara tidak langsung melibatkan diri dalam perbincangan saya dan si Teteh tadi. Memasang gerak seperti sedang menjalankan misi pengintaian, beroperandi sebagai intelejen-kah, mata-mata-kah, atau spionase kelas teri. Dari pada saya dosa karena ber-su’udzon, lebih baik saya tanyai saja

“Mas, tahu Rubel Sahaja. Nggak ?”

“apaan tuh, saja-saja ?” dia balik tanya

“Ngga tau, yah? Ya sudahlah jangan di bahas” suram

Stoping here! begitulah cara saya memberhentikan angkot ini, yang jika dikonversi ke bahasa ibu kandung kita menjadi ‘stop pinggir’ alias ‘kiri’. Mengapa juga harus bilang kiri? Apakah semua angkutan umum itu berideologi sosialisme? Entahlah, tidak usah difikirkan, mending mikirin Rubel Sahaja. Setelah membayar jasa angkutan pada sopir, sopir hanya memberikan kembalian ‘tidak tahu’ setelah saya tanyakan tentang Rubel Sahaja.

Pencarian Rubel Sahaja bisa dikatakan semigagal. Karena berbagai strategi perang yang dilancarkan tetap tidak menembus benteng Rubel Sahaja. Tapi ada satu bom waktu yang belum saya ledakkan. Ini tentang teknologi cuy. Yah, saya hantarkan saja sms bernada sama yang isinya permohonan bantuan pncarian Rubel Sahaja bagi kawan-kawanku di phonebook HP. Semoga saja ada yang bisa memberikan jawaban akan pencarianku ini. Beginikah dalil sms-nya :

“asslm, ada yg tau Rubel Sahaja, ngga? bls”

Setelah teks sms tadi yang berbentuk data-data digital itu ditulis. Selanjutnya data digital itu diwakilkan kedalam sebuah sinyal-sinyal analog. Dimana setiap sinyal-sinyal itu memilki besar tegangan tertentu. Ini adalah buah jerih payah DAC(Digital Analaog Converter). Dan si sinyal analog inilah sebagai informasi yang diterbangkan ke langit ketujuh melalui sokongan sinyal pembawa dengan modulasi tertentu. Dan sinyal ini akan diterima di perangkat HP receiver, disini sinyal analog tadi dikode-kodekan menjadi data-data digital lagi dalam proses ADC(Analog Digital Converter). Data-data digital inilah yang akan terbaca di HP sebagai pesan masuk yang kita baca. Semua proses ini terjadi dalam hitungan sekon-sekonan. Canggih tenan

Dalam pada itu, beberapa orang menilik layar ponselnya untuk melihat pesan yang saya bagikan. Tak berapa lama sekonyong-konyong jawaban pesan masuk menyerang ponselku dari berbagai penjuru :

“wsslmww, afwan ane ga tau, akh” pasti ikhwah yang balasnya

“www. Apaan tuh Rubel Sahaja” yang ini malah balik tanya

“teuing Min” yang ini tak sopan, tak membalas salam sms-ku

www. Coba gugling internet

ka dukun we, aya d teun urg ” untuk yang ini saya curiga dari orang Garut,

www. Alhamdulillah sehat. Ente?” Sarap, siapa yang nanya kabar

oh, itu mah di Tol. Jasa Raharja kan hehehe” yang ini pasti koruptor, soalnya ikut-ikutan Menteri Pendidikan yang di-rehsuffle tempo hari

www. Min, Rubel Sahaja aya di Cimahi. Di dkt dustira. Pas di Alfamrt dustira tanya weh k anak jlanan ato pngamen. Nyahoen da” ini jawaban yang dicari

Sisanya tak menjawab, tak membalas, tak punya pulsa, tak tahu malu.

Alhamdulillah ada juga yang menjawab benar 100. Yah, itu sms yang masuk terakhir dari kawanku, seniorku, juga teman sesama aktivis dahulu. Tertulis FDI’32 K’ Yuniar. Benarlah makhluk ini ada manfaatnya juga, disamping mudhorot-nya. Seandainya saja tidak ada sms ini, dipastikan Menteri Pendidikan akan di-reshuffle lagi, belum lagi Bapak Pendidikan akan dimintai pertanggungjawabannya, termasuk juga si penulis Rubel sahaja di pikiran rakyat itu. Memang ada kekeliruan, karena di koran itu menceritakan kehidupan Rubel Sahaja yang di Ciroyom sedang saya disini mencari ke kamus, internet(ga jadi ketang), tanya-tanya, sampai sms-an, dan mencari-cari seputar Cimahi. Tapi biarlah, karena saya sudah menemukan Rubel Sahaja yang dimaksud.

Inilah awal dari sebuah pencarian, bukan akhir pencarian. Maka sejak hari-hari itu hingga selanjutnya, sepertinya saya ini tertarik medan magnet di pusaran Rubel Sahaja. Setelah kumelibatkan diri di Rubel Sahaja ini, maka semakin nyata ‘ketersesatan’ ini. Dengan karenanya saya tidak mudah mengeluarkan diri dari lingkungan Sahaja ini. Seolah diriku ini terhisap energinya. Dengan karenanya saya bisa merasakkan arti Kesyukuran, dapat menerima makna berbagi, dan meyakinkanku bahwa sesungguhnya kita tidak pernah sendiri.

Selamat datang kehidupan baru!

Cimahi, 21 Maret 2011. 12:10 a.m

3 Tanggapan to “Tersesat di Rubel Sahaja #3”

  1. cimahibelajar 29/03/2011 pada 8:39 pm #

    wooooooowwwwwww…
    kak alimin kerenzzzz menceritakan ketersesatannya di Rumah Belajar kami inih kak…
    Terimakasieh kakak…

  2. Anomali Air 05/04/2011 pada 10:50 am #

    (Izin baca, yahhh)

    Haha, lucu juga. Tulisannya jujur, tanpa interverensi, mengalir….
    Salute untuk Kawan-kawan di Rubel ini,

    *Btw, siapa yah. Alimin itu ?🙂

    • cimahibelajar 11/04/2011 pada 10:46 am #

      alimin merupakan sebutan untuk salah satu relawan di rumah belajar cimahi kaka, saat ini dia sedang disibukkan dengan belajar, belajar dan belmain di rubel kami.. hihihihi
      nama panjangnya asep alimin buronan tante santi sang akhwat palsu… (piiis tante😀 )

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: