Lebah Kecil di Rubellion

2 Jan

Lebah termasuk kecil dalam kelompok binatang bersayap, namun dialah yang menghasilkan madu termanis, mungkin ungkapan yang Juzes Sirach katakan ini cocok untuk adik-adik kami di Rubellion. Seperti lebah yang dijauhi dan ditakuti karena sengatannya, adik-adik kami pun sering kali mengalami hal yang sama dengan lebah-lebah kecil tersebut. Dijauhi, dimaki, dipukuli, bahkan ditakuti oleh kebanyakan masyarakat sekitar. Hanya karena penampilannya, dan kebiasaannya menggenggam lem aibon.

inilah kami !!

Ya, adik-adik di Rubellion sering mendapatkan perlakuan yang tidak manusiawi dari masyarakat sekitar. Bukan sekali atau dua kali kami sebagai kaka-kaka jalanan mereka pun di tegor dan dikecam untuk meninggalkan Rubellion. Tapi itu semua tidak menyurutkan semangat kami untuk terus berada di samping adik-adik, meski pun sering kali kami merasa lelah dan kadang kecewa dengan tingkah mereka. Tapi tak pernah terpikir dari benak kami untuk pergi meninggalkan mereka. Kami selalu ada di samping mereka, terus berusaha menjadi kaka yang baik dan selalu membimbing mereka untuk menjadi manusia yang lebih baik lagi di kemudian hari. Karena kami yakin, akan tiba saatnya mereka berubah menjadi pribadi-pribadi yang istimewa. Pribadi-pribadi yang lebih baik dari sebelumnya.

Ya, seperti lebah. Yang dijauhi karena sengatannya. Adik-adik kami pun sering dijauhi bahkan dikecam oleh masyarakat yang tidak menyukai kami, hanya karena kebiasaan dari rata-rata adik kami yang masih belum bisa melepaskan kebiasaan buruknya mengelem.

Sering sekali saat kita belajar, salah seorang warga menghampiri hanya untuk mengatakan PERCUMA mengajari anak-anak jalanan yang doyan ngelem. Ga akan nyambung. Padahal setahu kami, tak ada perbuatan yang percuma. Tak ada usaha yang sia-sia. Karena Tuhan tak pernah menilai usaha dari hasilnya, tapi dari proses usahanya.. tapi begitulah masyarakat, meihat segala sesuatunya dari penampilan, tanpa melihat kedalaman hati adik-adik kami yang ingin berubah menjadi lebih baik juga.

Masyarakat tidak tahu, bawa lebah kami adalah penghasil madu termanis. Tak pernah mau tahu, bahwa adik-adik kami pun butuh proses yang panjang untuk menjadi lebih baik. Dan kami membutuhkan banyak dukungan untuk menjalankan proses yang panjang ini..

Lihat saja nanti, kekerasan yang mereka dapatkan di jalanan akan menjadi tempaan untuk diri mereka, hidup serba kekurangan akan menjadikan mereka seorang yang rendah hati. Ya, ibarat lebah. Mereka akan menghasilkan madu termanis dalam sejarah kehidupan. Dimana masyarakat pun akan meminta madunya dari mereka..

Suatu hari nanti, akan tiba saatnya, satu per satu dari kami menyaksikan perkembangan dari adik-adik kami itu. Mereka akan menjadi orang-orang besar, orang-orang sukses. Tak kan ada lagi orang yang akan menghina dan mengusir seenaknya mereka. Tak akan ada lagi caci maki sumpah serapah yang ditujukan pada mereka. Tidak akan ada lagi yang berani memukuli mereka tanpa sebab.

Ya, kami yakin. Dan akan terus yakin. Karena Tuhan tidak akan berdiam diri saja di singgahsanaNya, menyaksikan apa yang kami perbuat di jalanan..

Ini untuk setiap anak-anak jalanan di seluruh pelosok bumi. Yakinlah bahwa kalian pun masih memiliki kesempatan untuk menjadi yang TERBAIK !! karena kalian adalah manusia-manusia pilihan..

3 Tanggapan to “Lebah Kecil di Rubellion”

  1. Anugrah 05/01/2012 pada 4:58 pm #

    udah lama ga ke rubel euy..

  2. merpatipos 08/01/2012 pada 5:13 am #

    iya ih.. kalian menghilang bagai ditelan bumi..😛
    ayoooooo merapat kembaliiiii…….😀

    • Amanah Academy 05/06/2013 pada 12:40 pm #

      Rubel, adakah pengelolanya… barangkali ada yang bisa kita perhatikan bersama dengan saling mensuport…. klo ada kami mohon CP pengelolanya ya .. terimakasih..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: